Kamis, 29 Juli 2010

My Dream Comes True

Pagi ini abis nonton INBOX special UNGU. Jadi keinget waktu nonton Ungu tanggal 4 Juli kemaren. Tapi yang di Inbox suasananya agak sedikit beda. Iya, para cliquers ditempatin khusus di depan panggung, mayoritas cewek pula. Jadi gak usah takut di-"grepe-grepe" sama cowok.

Tanggal 4 Juli kemaren Ungu menggelar konser di Palembang, promotornya juga sebuah perusahaan rokok terbaru. Tujuannya gak lain dan gak bukan ya buat promosi produk terbaru mereka.

Dari jauh-jauh hari udah tersebar baliho dan stiker dimana-mana, di seluruh penjuru kota Palembang. Setelah ngeliat dan berniat buat nonton, segera aku menghubungi Agung-my cousin. Yup! he is my older cousin-a policeman, even I just call him without say Mas, Kak, etc. Dari kecil udah kebiasaan manggil nama aja, walaupun sering kena marah ibu kalo manggilnya gak pake embel-embel mas. hehe... Setelah buat janji, akhirnya Agung setuju buat nemenin nonton Ungu. Kalo sama dia, gak perlu takut, semua akomodasi dan keamanan terjamin.



Akhirnya tiba juga tanggal 4 Juli itu. Pagi-pagi udah gak sabar pengen nonton, padahal mulainya sore. Pagi itu, aku ke pasar dulu, nemenin budhe-mamanya Agung jualan di pasar. Itu sebenernya cuma kedok sih, takut gak di-ijinin sama mbah. Masih inget banget waktu tanggal 4 Maret 2008, Ungu ngadain konser di Palembang, tepat hari ultahnya kak Enda. All preparation were prepared. Tapi pas Agung jemput ke rumah. Oh My! Oh No! gak berani ngelawan mantra sakti dari mbah: Dak Usah! Akhirnya dengan sedih dan kecewa dengan sangat dari lubuk hati yang terdalam, Agung cuma nonton sendirian. Yang kecewa itu saya, kalo Agungnya sih happy-happy aja. Hiks... Belajar dari pengalaman itu, gak usah lagi deh ngomong-ngomong sama mbah kalo mau nonton konser.

Kalo di baliho-nya, konser Ungu mulai jam 3 sore. Tapi bukan Ungu sendirian yang konser. Khusus buat Palembang, promotornya ngedatangin Kotak juga, ditambah satu band lokal: Tissue Band. Dari jam 3 udah grasa-grusu, gak sabar mau nonton. Mana Agung gak kunjung datang, padahal udah ditelpon sama budhe berkali-kali. Akhirnya segala kegundahan itu menghilang seiring datangnya Agung pada jam 4 sore. Dia jadi kayak malaikat penghliang kegundahan.

Sampe di tempat konser - di Lapangan Bumi Sriwijaya, acaranya baru diramein sama Tissue Band. Pas di depan pintu masuk, aku liat banyak calo tiket, mungkin gak laku lagi tiketnya, mereka sampe banting harga ke harga pokok. Kita juga ketemuan sama cewek yang lebih tinggi dari aku, rambutnya hitam kecoklatan sebahu, pake behel. Agung ngomong sekilas sama dia, trus nyamperin petugas penjaga pintu-kayaknya polisi yang dia kenal. Selesai urusan itu, langsung deh kita masuk tanpa bayar tiket a.k.a. gratis!

Pas di dalem area konser, aku kenalan sama cewek tadi, namanya mbak Nyanyuk. Kalo aku tebak sih, dia itu pacarnya Agung, tapi kalaupun bukan, mungkin lagi pedekate. Mbak Nyanyuk banyak nanya-nanya juga soal aku, buat sekedar basa-basi. Tapi inilah saya, saya jawab seadanya, tidak terlalu banyak berbicara pada orng-orang yang baru dikenal.

Tepat jam setengah 5, acara baru dibuka. Kita nonton dari sayap kiri panggung, agak serong tapi gak jauh-jauh banget dari panggungnya. Pengennya nonton deket banget sama panggung, di bagian-bagian panitia. Tapi kata Agung gak ada temennya di bagian itu, jadi gak bisa masuk. Tapi saya terus memelas, walaupun harapannya kecil.

Baru aja dimulai, asep rokok udah bertebaran dimana-mana. Soalnya setiap penonton yang cowok dikasih rokok gratis. Awalnya Kotak yang perform. Para kerabat Kotak udah pada stand by di depan panggung. Aku agak hapal dikit lagu-lagunya Kotak, minimal reff-nya lah. Lumayan lama juga performnya Kotak, sampe jam setengah enam, jadi kira-kira mereka tampil satu jam. Abis itu acaranya break buat salat maghrib dan istirahat. Rencananya mau salat di mushala PS (Palembang Square), tapi diajak Mbak Nyanyuk ke mushala di Inul Vista- tempat karaokean punya Inul. Ada temennya di sana.

Abis salat diajak Mbak Nyanyuk beli roti. Dari toko roti itu suaranya AA Pasha udah kedengeran mulai nyanyi. "Mbak, cepet Mbak! la mulai..." begitu kataku. Setelah beli roti, kami segera meluncur ke arena konser. Gak peduli banyaknya orang yang ngantri di depan pintu masuk, kita terabas seenaknya. Tapi ternyata, Agung gak ada di tempat tadi. Ditelponlah dianya sama Mbak Nyanyuk. Wuih, ternyata Agung udah ada di bagian panitia. Kami masuk dari pintu samping.

Pas masuk, segera kami ke deket panggung. "AA Pasha ganteng nian!" itulah yang aku teriakkan pada vokalis Ungu tersebut, entah dia merasa dipanggil atau tidak. Gak peduli yang belakang bilangin aku udik atau apalah, yang penting bisa ngeliat AA dari deket. Tapi yang keliatan deket cuma AA Pasha & Kak Oncy. Kalo Kak Enda jauh di sayap kanan panggung. Sumpah!!! yang asli lebih ganteng daripada yang di tipi! Rasanya kayak mimpi bisa nonton mereka dari deket, gak pake berdesak-desakan pula! Memang nasib yang menentukan itu semua! heheh... Tapi sayang seribu sayang, aku gak bawa kamera. Wajah gantengnya AA & kakak gak bisa diabadikan. Sayangnya lagi nih, mereka perform cuma sebentar, kira-kira setengah jam, soalnya ada yang memulai suatu kerusuhan. Panitianya minta dicepetin aja. Hiks.... Tapi gakpapalah, yang penting bisa nonton dari deket tanpa berdesak-desakan.

Alhamdulillah... Finally, one of my dreams comes true. Thank you very much ya Allah....
*maka nikmat Tuhanmu yang mana lagikah yang engkau dustakan?

Selasa, 27 Juli 2010

Negeri 5 Menara

Negeri 5 Menara adalah sebuah novel karya A. Fuadi. Novel ini bercerita tentang seorang bernama Alif Fikri yang menuntut ilmu di sebuah pondok pesantren di daerah Ponorogo, Jawa Timur. Awalnya Alif sangat bertekad untuk meneruskan pendidikannya ke SMA umum di kampungnya, Maninjau. Tapi syang, ibunya berkeras hati untuk menyekolahkannya ke pondok pesantren. Dia ingin anaknya menjadi seorang ulama seperti Buya Hamka. Akhrinya, dengan segala upaya yang tak kunjung berhasil, Alif menuruti permintaan ibunya. Tapi tak tanggung-tangggung, Alif meminta untuk disekolahkan di sebuah pondok pesantren di Jawa Timur; Pondok Madani setelah direkomendasikan oleh pamannya. Walaupun sebenarnya Alif belum pernah merantau jauh sampai ke pulau Jawa.



Novel ini menceritakan tentang sisi lain dari kehidupan dan sistem pendidikan di sebuah pondok pesantren yang sangat jarang diketahui oleh masyarakat umum. Mulai dari sistem kedisiplinan yang tinggi, belajar berani untuk tampil di muka umum, hingga urusan remeh-temeh lainnya.

Selain cerita-cerita yang sangat menghibur, di novel ini juga banyak diisi motivasi-motivasi untuk terus berusaha semaksimal mungkin, misalnya sebuah pepatah arab yang berbunyi : manjadda wa jada, yang artinya: siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil. Itulah sebuah pepatah yang saya akui memang benar kenyataannya. dengan pepatah tersebut, Alif mampu melakukan semua hal yang sangat mustahil untuk terjadi.

Yang sangat unik menurut saya adalah di pesantren ini, musim ujian sekolah disihir menjadi seperti sebuah pesta akbar. Misalnya, ujian dirayakan seperti pesta akbar. Saat menjelang ujian, tersebar spanduk motivasi untuk belajar dengan giat. Selain itu, petuah dari Kiai rais (Kepala Sekolah) turut membakar semangat santri-santri-nya. Apalagi saat menjelang ujian kelulusan di tingkat akhir, semua santri di tingkat tersebut harus lebih berkonsentrasi dengan berkumpul di aula untuk belajar seharian.

Dan mau tau bgaimana kisah alif selama mondok di pesantren tersebut. Selamat membaca bukunya!

Selasa, 20 Juli 2010

I AM BACK

Setelah ampir setahun absen ngurusin blog ini, akhirnya saya kembali lagi dengan format baru. Mengganti template baru, karena ada beberapa ketidakcocokan lagi dengan template yang lama. Kalo soal nama, tetep setia dong sama nama 'kirei'! hahah

Sebenernya bikin blog itu asyik, tapi karena ya... sebagai seorang pelajar yang super-duper sibuk, saya dituntut untuk belajar tanpa henti. Dan akhirnya kerja keras saya terbayarkan sudah. I HAVE VERY LONG-LONG HOLIDAY

Setelah melewati masa-masa Ujian Nasional sampe Ujian Praktek, dikasih libur juga. Dan gak tanggung-tanggung, liburnya itu kurang lebih tiga bulan. Alhamdulillah! (Maka nikmat Tuhanmu yang mana lagikah yang engkau dustakan?)

Tapi liburannya itu enggak full istirahat sih. Biarpun libur, les harus tetep jalan, plus gak lupa buat browsing internet. Browsingnya itu selain buat nyari hiburan, juga buat nyari2 informasi buat kuliah. Kalo masalah browsing sih gak ada jadwal tetep. Kalo lagi pengen aja, tinggal jalan ke kantornya ibu, bawa laptop, langsung internetan deh. heheh.

OK. Enjoy reading my blog! Wait for my next posting!